10 hadist Tentang Bulan Muharram dan Keutamaannya
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah dan termasuk bulan mulia. Berikut hadis-hadis tentang keutamaannya.
1. Muharram adalah Bulan Allah
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. (HR. Muslim)
2. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: Puasa hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu. (HR. Muslim)
3. Berbeda dari Kaum Yahudi
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ، صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا
Artinya: Berpuasalah pada hari Asyura dan bedakanlah dengan orang Yahudi; berpuasalah sehari sebelumnya (9 Muharram) atau sehari sesudahnya (11 Muharram). (HR. Ahmad)
4. Nabi Musa Diselamatkan di Hari Asyura
هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ مِنَ الْفِرْعَوْنِ
Artinya: Hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya dari Fir’aun, maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur. (HR. Bukhari)
5. Muharram Termasuk Bulan Suci
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ... وَالْمُحَرَّمُ
Artinya: Setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan yang mulia: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. (HR. Bukhari)
6. Larangan Berbuat Dosa di Bulan Haram
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan haram itu. (QS. At-Taubah: 36)
7. Amal Shalih Dilipatgandakan
إِنَّ الْعَمَلَ الصَّالِحَ يُضَاعَفُ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ
Artinya: Sesungguhnya amal saleh dilipatgandakan pahalanya di bulan-bulan haram. (Tafsir Ibnu Katsir)
8. Dosa di Bulan Haram Lebih Berat
الظلم في الأشهر الحرم أعظم خطيئة ووزرًا من الظلم فيما سواها
Artinya: Kezaliman di bulan haram lebih besar dosanya daripada di bulan-bulan lain. (Tafsir Ath-Thabari)
9. Hari Asyura Adalah Hari Istimewa
يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ، مَنْ شَاءَ صَامَهُ
Artinya: Hari Asyura adalah salah satu hari Allah; siapa yang ingin berpuasa silakan. (HR. Muslim)
10. Awali Tahun dengan Ketaatan
Artinya: Bukalah tahun barumu dengan ketaatan, niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu. (Hikmah Ulama Salaf)
Kesimpulan: Bulan Muharram adalah waktu memperbanyak puasa, dzikir, dan sedekah. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki diri.
]]>Bulan Safar sering disalahpahami sebagai bulan sial. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa tidak ada kesialan semacam itu — semua terjadi atas kehendak Allah.
1. Tiada Kesialan dalam Bulan Safar
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya: Tidak ada penyakit yang menular (tanpa izin Allah), tidak ada kesialan karena burung, tidak ada hantu malam, dan tidak ada kesialan bulan Safar. (HR. Bukhari & Muslim)
2. Menolak Takhayul
لَا طِيَرَةَ، وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ
Artinya: Tidak ada kesialan (thiyarah), dan yang terbaik adalah berbaik sangka. (HR. Bukhari)
3. Semua Hari Baik bagi Mukmin
عَجَبًا لأَمْرِ المُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ...
Artinya: Alangkah aneh urusan orang mukmin, segala urusannya adalah kebaikan... (HR. Muslim)
4. Percaya Kesialan = Syirik
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ
Artinya: Mempercayai kesialan itu syirik. (HR. Abu Dawud)
5. Jangan Tunda Karena Takut
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ عَنْ حَاجَتِهِ فَقَدْ أَشْرَكَ
Artinya: Barang siapa menunda urusannya karena takut kesialan, maka ia telah berbuat syirik. (HR. Ahmad)
6. Doa Menangkal Takdir Buruk
لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ
Artinya: Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa. (HR. Tirmidzi)
7. Hanya Allah Mengetahui
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
Artinya: Di sisi-Nya kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. (QS. Al-An'am: 59)
8. Sedekah Menolak Bala
الصَّدَقَةُ تَدْفَعُ الْبَلَاءَ
Artinya: Sedekah dapat menolak bala. (HR. Thabrani)
9. Doa Perlindungan Nabi
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ...
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, dan datangnya musibah tiba-tiba. (HR. Muslim)
10. Safar Sama Baiknya
كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللَّهُ فِيهِ فَهُوَ عِيدٌ
Artinya: Setiap hari yang tidak dipakai berbuat maksiat adalah hari raya. (HR. Al-Baihaqi)
Kesimpulan: Safar bukan bulan sial. Jadikan setiap waktu ladang amal, berdoa, dan bersedekah.
]]>Rajab termasuk bulan haram yang dimuliakan. Berikut beberapa hadis dan keterangan penting.
1. Rajab Termasuk Bulan Suci
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ... وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ
Artinya: Setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan yang mulia: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. (HR. Bukhari)
2. Larangan Zalim di Bulan Haram
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan haram itu. (QS. At-Taubah: 36)
3. Rajab Disebut Bulan Allah
Artinya: Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan bulan umatku. (HR. Dailami)
4. Rajab Bulan Menanam Amal
Artinya: Rajab bulan menanam, Sya'ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen. (Hikmah ulama)
5. Pintu Rahmat Dibuka
Artinya: Allah membuka pintu-pintu rahmat pada bulan Rajab; perbanyaklah doa dan istighfar. (HR. al-Baihaqi)
6. Rajab Bulan Istighfar
Artinya: Beristighfarlah di bulan Rajab karena ia adalah bulan Allah. (HR. Thabrani)
7. Rajab Bulan Taubat
Artinya: Rajab adalah bulan taubat, Sya'ban bulan syafaat, dan Ramadhan bulan kedekatan. (HR. Abu Nu'aim)
8. Rajab Bulan Doa Mustajab
Artinya: Pada bulan Rajab doa lebih mustajab bagi yang sungguh-sungguh. (HR. al-Baihaqi)
9. Isra' Mi'raj
Artinya: Isra' Mi'raj terjadi pada malam 27 Rajab — momen diperintahkannya shalat lima waktu. (Sejarah)
10. Puasa di Rajab
Artinya: Puasa di Rajab adalah amalan sunnah; lakukan dengan niat ikhlas. (Sebagian ulama menganjurkan)
Kesimpulan: Rajab adalah waktu untuk menanam amal dan memperbanyak istighfar, sebagai persiapan menuju Ramadhan.
]]>Sya'ban adalah bulan persiapan sebelum Ramadhan; Nabi ﷺ banyak berpuasa di bulan ini dan mengangkat amal manusia.
1. Bulan yang Sering Dilupakan
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
Artinya: Bulan itu (Sya'ban) adalah bulan yang sering dilupakan manusia antara Rajab dan Ramadhan. (HR. Nasa'i, Ahmad)
2. Nabi Banyak Berpuasa di Sya'ban
Artinya: Tidak pernah aku melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh selain Ramadhan, dan tidak pula aku melihat beliau lebih banyak berpuasa di bulan lain selain Sya'ban. (HR. Bukhari & Muslim)
3. Sya'ban Bulan Persiapan Ruhani
Artinya: Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan Allah. (HR. ad-Dailami)
4. Amal Diangkat ke Langit
Artinya: Pada bulan itu amal manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. (HR. Nasa'i)
5. Malam Nisfu Sya'ban Pengampunan
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: Allah menatap seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban lalu mengampuni mereka kecuali musyrik dan yang bermusuhan. (HR. Ibn Majah)
6. Doa & Istighfar
Artinya: Berdoalah dan mohon ampunlah pada malam Nisfu Sya'ban. (HR. Baihaqi)
7. Malam Diterima Doa
Artinya: Pintu langit dibuka pada malam itu; doa mustajab kecuali untuk pemutus silaturahmi. (HR. al-Bazzar)
8. Sucikan Diri
Artinya: Apabila Sya'ban datang, sucikanlah diri kalian. (HR. Abu Nu'aim)
9. Catatan Hidup & Mati
Artinya: Pada malam Nisfu Sya'ban Allah menetapkan siapa yang hidup dan yang mati. (HR. Abdurrazzaq)
10. Persiapan Menuju Ramadhan
Artinya: Perbanyak puasa sunnah dan doa sebagai persiapan menyambut Ramadhan.
Kesimpulan: Sya'ban adalah bulan mulia untuk memperbanyak amal, puasa sunnah, dan menaikkan kualitas ibadah.
]]>Ramadhan adalah bulan yang paling mulia; banyak hadis shahih menjelaskan keutamaannya.
1. Pintu Surga Dibuka
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
Artinya: Apabila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. (HR. Bukhari & Muslim)
2. Puasa sebagai Perisai
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Artinya: Puasa adalah perisai dari api neraka. (HR. Bukhari & Muslim)
3. Bau Mulut Orang Puasa Wangi di Sisi Allah
Artinya: Puasa itu untuk-Ku, dan Aku akan membalasnya; bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada kasturi. (HR. Bukhari & Muslim)
4. Diampuni bagi yang Berpuasa dengan Iman
Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, dosanya yang lalu diampuni. (HR. Bukhari & Muslim)
5. Pahala Puasa Milik Allah
Artinya: Setiap amal dilipatgandakan, kecuali puasa; karena puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya. (HR. Muslim)
6. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: Dalam Ramadhan ada malam (Lailatul Qadar) yang lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al-Qadr)
7. Doa Orang Berpuasa Mustajab
Artinya: Doa orang yang berpuasa ketika berbuka termasuk doa yang tidak ditolak. (HR. Tirmidzi)
8. Berbagi Pahala dengan Memberi Makan
Artinya: Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa. (HR. Tirmidzi)
9. Keberkahan & Rahmat
Artinya: Ramadhan adalah bulan penuh berkah; perbanyak amal kebaikan dan sedekah. (HR. Ahmad)
10. Peluang Ampunan
Kesimpulan: Manfaatkan setiap malam dan hari Ramadhan untuk beristighfar dan memperbanyak ibadah.
]]>Terjemahan:
- Bersikap jujurlah, karena kejujuran itu menyelamatkan.
- Jauhilah dusta, karena dusta itu membinasakan.
- Berakhlak baiklah, karena akhlak yang baik mengangkat derajat seseorang.
- Peliharalah amanah, karena ia mendatangkan rezeki.
- Jauhilah khianat, karena ia mendatangkan kefakiran.
- Bersabarlah, karena sabar membawa ketenangan.
- Bersikap lembutlah, karena kelembutan mencegah kebodohan.
- Berlakulah adil, karena keadilan menambah kemuliaan.
- Bergaullah dengan para ulama dan orang bijaksana.
- Jauhilah pergaulan dengan orang bodoh.
Kesimpulan: Wasiat ini memuat akhlak penting yang relevan bagi setiap muslim; amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
]]>Berikut beberapa nasihat singkat dan penting yang populer dari kitab Nashā’ihul ‘Ibād:
Nasihat: Tiga yang Menyelamatkan dan Tiga yang Membinasakan
Yang Menyelamatkan:
- Khawatir kepada Allah dalam kondisi tersembunyi dan terang-terangan.
- Sikap pertengahan dalam kekayaan dan kemiskinan.
- Bersikap adil waktu marah maupun ridha.
Yang Membinasakan:
- Kikir yang ditaati.
- Mengikuti hawa nafsu tanpa kontrol.
- Bangga diri dan memandang diri paling benar.
Kesimpulan: Buku ini sarat nasihat ringan namun mendalam untuk akhlak dan hidup beragama.
]]>
Komentar
Posting Komentar